Rabu, 18 Februari 2015

#JodohPastiBertamu

Ini nih, satu lagi takdir Allah yang membuat saya terperangah. @UkhtiSally tetiba jadi following saya di twitter. Entah, kalau ditanya kapan saya follow beliau, saya juga bingung entah sejak kapan tweet-tweet nya wara-wiri di timeline saya. Namun, yang membuat saya terperangah adalah, ukhti ini bukan ukhti biasa. Semua tweet-nya menginspirasi, tulisannya di AssalamualaikumSally juga so inspiring, dan yang lagi heboh-hebohnya pekan ini adalah film pendeknya yang tayang di youtube dengan judul #JodohPastiBertamu. Ternyata ukhti ini lumayan terkenal. Hehehe. Peace, ukh ^^

Jleb! Itu yang saya rasakan setelah nonton film pendek tersebut. "Kok, film ini kayak ngerti aku banget, siiih, huhuhu". Yang paling menohok hati saya adalah kalimatnya Sally pas lagi ngobrol dengan temannya, "Kenapa ya, wanita itu suka jual mahal. Pas mau dilamar, gengsi mau bilang iya. Giliran dia menjauh, malah balik berharap. Sebenarnya, yang suka PHP itu siapa, sih?".

Makjleeeeeeeeeeeeeb!!! -____-

Setelah 'ditampar' Sally, saya jadi berpikir, "Apa mungkin penyebab saya belum menikah karena beberapa kali saya menolak?". Astaghfirullah. Allah Mahabaik. Allah Mengetahui yang terbaik.

Well, untuk kamu yang mungkin punya pengalaman yang sama, dengarkan cerita saya ^^

Cerita ini masih hangat, Agustus 2014, tepatnya Ramadhan tahun lalu, tentu masih segar di ingatan saya. Allah menggariskan takdir kami saling berkenalan, lalu akhirnya bertemu dan berteman, hingga Idul Adha kemarin pun dia bertamu kerumah orang tua saya. Laki-laki ini baik, shalih tentunya, dan menurut sumber yang terpercaya, dia sangat santun.

Singkat cerita, setelah berkenalan dan berteman lebih kurang 3 bulan, lelaki ini mengutarakan maksudnya kepada saya. What??!! Iya, maksud ingin mempersunting saya yang dianggap bidadarinya #tsaaaah :D
Namun, ada yang mengganjal dihati saya mengenai caranya mengutarakan maksud. Saya merasa terlalu dini dia memberitahukan tentang saya pada keluarganya, sedang saya masih menerka-nerka apa benar orang ini suka sama saya. Nah lho, piye toh? Bagaimana saya bisa percaya lelaki ini benar-benar mencintai saya? Disinilah puncak kegalauan saya. Lagi-lagi, seperti biasa, saya tetap berkompromi dengan yang lebih berhak. Tak hentinya saya dirikan istikharah, tak putus pula saya bermusyawarah dengan keluarga. Dan ternyataaaa, tanpa sepengetahuan saya, orang tua saya telah lebih dulu memiliki calon menantunya sendiri. Ulalaaa~

Seorang lelaki yang ternyata adalah teman om saya telah lebih dulu memikat hati orang tua saya. Apa hendak dikata, saya tidak mungkin menolak keinginan orang tua. Setidaknya saya harus mencoba, meskipun sebenarnya saya mulai menaruh hati pada lelaki pertama. Akhirnya, saya menceritakan sebagaimana faktanya pada lelaki itu. Berat memang. Tadinya saya sempat berpikir untuk berbohong saja. Rasanya tidak sanggup saya berterus terang bahwa telah ada lelaki lain yang mendatangi orang tua saya. Namun, akal waras saya berteriak bahwa saya harus jujur walaupun itu pahit :')
Lalu saat itu saya benar-benar melihat sesosok lelaki tangguh lagi tegar. Tak ada sedikit pun raut wajah marah atau geram saat saya menceritakan semua padanya. Tenang dan tetap dengan senyumnya dia menerima. Sejenak saya teringat akan kisah sahabat Rasulullah SAW, Salman Al-Farisi. Betapa mulianya beliau ketika ditolak pinangannya, alih-alih marah dan memberontak, Salman malah menyambutnya dengan alunan tahmid yang tak putus-putus. Subhanallah. Memang, jodoh itu rahasia Allah.

Di lain cerita, kisah perkenalan saya dengan lelaki kedua tidak berjalan semulus yang diharapkan orang tua saya. Sebenarnya dari awal saya agak kurang sreg dengan pekerjaan lelaki itu. Menurut saya, kami tidak se-visi dan se-misi, orientasinya beda. Pegawai BUMN ini belum berhasil meluluhlantakkan benteng pertahanan hati saya #etdaaah. Hingga akhirnya proses ta'aruf berlangsung alot. Hahaa. Kayak mau ada pilpres yak :D

Nah, saat-saat seperti ini setan tuh demen banget. Saya digoda habis-habisaaaaaaaaaan untuk galau-segalau-galaunya, sedih-sesedih-sedihnya, pokoknya gak ada wanita di bumi ini yang malang semalang nasib saya. Setan jahat banget, kan?
Belum lagi saya digoda untuk kembali menghubungi lelaki-lelaki itu. "Ayoo, BBM dia Nurul, doi pasti lagi nungguin kabar dari kamu, doi pasti masih ngarep sama kamu", bisikan setan yang satu ini paling bikin gemesin, kalau saja saya bisa liat setan udah saya gampar tanpa ampun -__-
Sampai saya digoda untuk berandai-andai, "Andai saja sebelumnya saya langsung menerima lamaran lelaki pertama, mungkin sekarang saya sudah menikah". "Andai saja lelaki kedua tidak hadir tiba-tiba...". "Andai waktu itu saya langsung terima aja mereka, pastii..." Andai ini. Andai itu. Andai. Andai. Andai.
Ya Allaaaaaaaaaaaaaah..................setan jahat bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet :'( :'( :'(

Fiuh!
I'm really tired, God :')
Dengan sisa-sisa kekuatan yang masih ada, saya mencoba berpikir jernih dan mengambil hikmah dari kejadian tadi. Untuk kamu yang mungkin saat ini keadaannya sama dengan saya, atau minimal mirip, dengarkan ya, dear...

Yang pertama dan yang paling utama harus kita ingat adalah Allah Mahabaik, Allah Mengetahui yang terbaik. Lebih dari itu, Allah gak mungkin ninggalin kita sendirian menghadapi masalah. Boleh jadi lelaki pertama tadi memang jodoh saya, tapi sejenak Allah hadirkan lelaki kedua diantara kami, mungkin tujuannya agar kami bisa saling menjaga diri dan tentunya memantaskan diri sebelum kami benar-benar siap dan pantas menikah. Atau boleh jadi malah lelaki kedua yang akan menjadi jodoh saya, Allah terlebih dulu menghadirkan lelaki pertama mungkin dengan tujuan agar saya bisa belajar darinya. Bahkan bisa jadi tidak dari keduanya. Mungkin saja Allah sedang mempersiapkan diri saya agar benar-benar siap ketika jodoh saya datang. Intinya, tak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Allah bisa menghadirkan siapa saja dalam hidup kita, dan Dia berhak mengambilnya kembali. Dengan siapa pun kita bertemu, entah untuk belajar atau mengajarkan, entah untuk sesaat atau selamanya, tetaplah menjadi yang terbaik di waktu tersebut. Lakukan dengan tulus, meski akhirnya tidak menjadi seperti apa yang diharapkan. Tidak ada yang sia-sia, karena Allah yang mempertemukan.

Terus berharap pada Allah, ya dear. Jangan menaruh harap pada makhluk-Nya, jika kamu gak ingin kecewa. Jangan lupa, kalau Allah sudah takdirkan dia untukmu, #JodohPastiBertamu ^^

Tidak ada komentar: