Oke. Cuma mau sharing tentang kekagetan saya malam ini. Mumpung malam ini saya gak dikejar deadline tugas kuliah, saya sempatkan untuk menulis sedikit pandangan saya tentang remove me-remove.
Ceritanya entah kenapa malam ini saya keganjenan buka facebook. Media sosial yang satu ini sempat membuat saya jengah. Wait! What is jengah? Whatever... You should understand what I mean, I think so. Hehe. Maksa.
Ya, saya sempat membenci akun FB saya, karena saya pikir terlalu banyak 'hal yang tidak penting' disana. Sederhana saja, mungkin karena saya sudah terlanjur banyak menerima friend request sehingga banyak dari mereka yang padahal tidak saya kenal pun akhirnya berteman di sosial media itu. Masalahnya adalah saya tidak begitu suka dengan status atau postingan orang-orang yang menurut saya hanya sampah. Terus, hubungannya dengan saya? Jeelaaaassss sangat sangat berhubungan. Secara otomatis postingan mereka yang udah saling friend dengan saya akan wara-wiri di beranda FB saya. Syukur kalau statusnya berbobot dan agak-agak ilmiah (eeh, lu kate karya tulis ilmiah?! haha). Nah, jika yang nemplok di beranda saya malah curhatan galau para abegers, atau sumpah serapah para pengguna jejaring sosial yang menurut saya kurang attitude? Ajeb lah >_<
Akibat keganjengan saya yang pertama, timbullah keganjenan saya yang kedua. Oke. Dengan segala kerendahan hati saya mengakui bahwasanya tadi saya sengaja mengunjungi timeline seseorang. Guess who???
He's my secret admirer.
Yeah, secretly, he admired me.
Hmmm, singkat cerita, ini makhluk sudah lama mengagumi saya (eeaaa...), dan karena saya merasa nothing spesial jadi hanya sebatas teman biasa. Tapi belakangan orang ini jadi agresif, saya merasa dikejar, dan saya gak suka. Oke, I firmly say that I do not like. Saya benar-benar tidak suka dengan cara laki-laki itu memperlakukan wanita, terlalu ngotot menurut saya.
Sampai akhirnya saya memutuskan untuk tidak menggubrisnya sama sekali. Sapaan dan pesannya tidak pernah saya balas sekalipun. Kata orang, sih, saya jahat, saya tega. Oke fine. Lalu, apa menurut kalian lelaki tadi tidak jahat dan tega terhadap saya? Kerjaannya mengganggu dan membuat hidup saya tidak tenang. Jahatkah itu? Atau tega? Saya rasa dua-duanya. Kalau begitu cukup untuk saya membela diri bahwa saya tidak sejahat dan setega itu terhadap laki-laki, jika mereka bisa berlaku sopan :)
Terakhir, saya merasa orang itu seperti menghilang, dia tidak pernah lagi menghubungi saya. Saya lega. Namun, saya penasaran kenapa laki-laki ini 'berhenti'. Bukaaaan, bukan maksud saya senang karena 'dikejar'. Tapi saya hanya ingin memastikan bahwa saya tidak menyakiti hati siapa pun.
Dan...mungkin memang takdir Allah yang mendorong saya untuk log in di facebook malam ini, saya pun dengan sengaja stalking timeline-nya.
Taraaaa......!!! Ternyata saya telah di-remove!!! Entah sejak kapan, saya juga lupa kapan terakhir dia menghubungi saya.
Hahaha
Hanya bisa tertawa dan saya tidak habis pikir, begitu sempitnya pemikiran orang ini. Hanya gara-gara saya tidak memperdulikannya, dia menghapus saya dari pertemanan.
Pesan saya, mari untuk lebih bijak dalam bersikap. Kedewasaan dan kematangan emosi akan lebih baik jika dikedepankan. Sehingga tidak akan ada permusuhan bahkan 'mantan teman'.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar