Minggu, 31 Agustus 2014

Karena Hidup Tak Selamanya Tentang Lolipop dan Coklat

Lalu saat saya baru menyadari bahwa hidup tak selamanya tentang lolipop dan coklat, saya termangu dan langsung mengepos kalimat itu di personal message BBM. Ternyata I've got many responses. Berbagai tanggapan dan pertanyaan langsung masuk ke pesan BlackBerry saya. Okeh, baiklah, saya akan sedikit share tentang kalimat itu, yang kata orang saya sering nulis kalimat gak jelas, artinya dalem, maknanya tersirat, hingga beberapa dari mereka menamai saya misterius girl. Haha. Gak apa lah, even I still will always love you, my dearest friends *bighugs*.

FYI, ramadhan tahun ini adalah ramadhan terberat yang harus saya jalani. Bagaimana tidak, keluarga saya dikejutkan dengan vonis dokter bahwa ibu kami tercinta mengidap kista ovarium dan harus segera dioperasi dalam waktu dekat. Oh, Ya Allaah, serasa bumi runtuh di kepala melihat ibu yang biasanya sehat dan ceria mengurusi kami sekeluarga harus tergolek lemah di RS. Duh, jadi pengen nangis. *and i'm crying now*. Ternyata Allah begitu sayang kami. Alhamdulillah operasi ibu berjalan lancar, seberat 2,4kg penyakit itu berhasil diangkat dari dalam perut ibu. Allahu Akbar :')

Sungguh luar biasa hikmah yg saya rasakan. Sebulan penuh saya merasakan seperti benar-benar memasuki universitas kehidupan, dan saya layaknya mahasiswa baru yang sedang di ospek. Berbagai peran bak seorang ibu rumah tangga harus saya lakoni. Disinilah saya sadar bahwa saya bukan lagi gadis manja yang terus menerus diurus orang tua, tapi sebaliknya, kini giliran saya yang harus melakoni peran tersebut. Saya harus belajar mengurus rumah orang tua, karena suatu hari saya dituntut mampu mengurus rumah tangga sendiri.
Well, sejak ibu dibolehkan pulang kerumah, disinilah peran itu dimulai. Jujur, awalnya saya sedih. Biasanya setiap subuh ibu yang membangunkan dengan suara erangan blender di dapur. Yap, tidak pernah absen ibu menyiapkan sarapan dan memastikan seluruh anggota keluarga berangkat di pagi hari dalam keadaan sehat dan bugar. Namun kali ini, saya yang bertugas memasak nasi sebelum subuh, dan dilanjutkan menyiapkan menu sarapan setelah shalat subuh. Lalu, tidak cukup sampai disitu, begitu matahari naik sepenggalah, saya harus ke pasar dan belanja keperluan rumah tangga. Oh, My God! Seumur-umur saya belum pernah dilepas belanja sendirian ke pasar. Saya dituntut harus expert memilih ikan segar, sayuran sehat, bumbu dapur, bahkan saya harus jago dalam hal tawar-menawar di pasar. Ohhh...sungguh saat seperti itu saya sangat merindukan keadaan ibu yang sehat. Biasanya tugas saya hanya menemani ibu ke pasar, dan ketika beliau saling sapa dengan temannya, saya hanya cukup senyum sambil sesekali menggangguk mendengar pembicaraan mereka. Tapi saat ini, saya adalah pemeran utama. Belum lagi ketika berpapasan dengan teman-teman ibu yang menanyakan keadaan beliau, saya harus punya keahlian menjelaskan kepada mereka, tentunya dengan bahasa orang dewasa.
Selesai dari pasar, saatnya memutar otak berpikir menu apa yang akan dimasak. Sungguh ini cobaan yang berat, biasanya di kos-kosan saya tak perlu pusing mikir masak apa karena yang makan hanya saya dan adik laki-laki saya. Nah ini??? Satu bertanggung jawab memasak untuk porsi satu keluarga makanan yang tidak hanya bisa dimakan tapi juga enak, minimal menyerupai masakan ibu *fiuh*. Lagi-lagi, biasanya saya hanya sebagai asisten chef, namun saat ini saya harus menjabat sebagai chef master.
Belum lagi ketika harus menemani para tamu yang membesuk ibu. Biasanya saat ada tamu ibu/ bapak, tugas saya hanya menghidangkan minuman dan makanan, lalu saya ngacir. Sedangkan saat ini saya harus menemani mereka mengobrol di ruang tamu dan tentunya dengan topik pembicaraan yang harus disesuaikan dengan lawan bicara.
What a perfect orientation ever!

At least, hanya sekedar berbagi bahwa manusia tak selamanya berperan sebagai anak kecil yang hanya mengenal lolipop dan coklat. Akan ada saatnya setiap kita dituntut menyelesaikan masalah hidup yang begitu pelik, akan ada saat dimana kita harus mengenal orang-orang dari luar lingkungan biasanya, dan akan tiba pula saat kita harus hidup diluar nyamannya kita. So, be mature, guys :)

Tidak ada komentar: