Adakah
manusia di dunia ini yang tidak suka jalan-jalan? Saya rasa tidak ada. Kalau
pun ada, saya tebak paling hanya sekitar 5% dari jumlah seluruh manusia di
bumi. Itu pun pasti ada sebab dibalik ketidaksukaan tersebut. Mustahil ada
manusia yang sejak lahir murni tidak menyukai perjalanan.
Perjalanan,
selalu menjadi kegiatan menyenangkan yang dinanti setiap orang. Anak-anak,
selalu menunggu masa libur sekolah agar bisa melakukan perjalanan rekreasi yang
menghibur hati. Begitu pula dengan orang dewasa, selalu merindukan saat weekend
supaya dapat menikmati perjalanan setelah lelah bekerja. Lalu, apakah setiap
perjalanan rekreasi selalu mengasyikkan? Saya dapat menjamin pasti jawabannya
tidak. Ya, tidak semua perjalanan rekreasi/ liburan itu mengasyikkan. Disadari
atau tidak, setiap kita pasti merasakannya. Coba, siapa yang setiap melakukan
perjalanan pasti mabok? Hayoo…ngacung! Saya! Ya, saya salah satunya. Waktu
kecil saya tidak bisa jauh dari obat anti mabok. Belum lagi masuk dalam mobil,
membayangkan bakal naik mobil saja saya sudah mual. Sampai pernah suatu hari,
waktu itu saya dan keluarga akan melakukan perjalanan. Seperti biasa, sebelum
masuk ke mobil saya sudah duluan menutup hidung. Lalu, dari arah tempat duduk
depan, bapak saya yang sudah siap menyetir lalu nyeletuk dengan asalnya,
“sudah, Nurul kalau gak sanggup duduk di mobil sana duduk saja di kandang
ayam”. What??? -_____-
Saking
sudah sangat bosannya mungkin bapak melihat saya yang selalu seperti itu, selalu
mual, pusing, muntah, wajah merengut, tidur-tidur ayam, dll hingga beliau
nyeletuk demikian. Haha. Tapi, sungguh mujarab, celetukan yang disambut kekehan
mamak serta kakak dan adik saya itu bisa jadi obat. Ajaibnya sekarang saya
tidak begitu menggantungkan hidup pada obat anti mabok lagi. Bahkan sekarang
saya sudah sangat enjoy jika terkadang harus bepergian dengan travel, sendirian
lagi. Yang saya lakukan hanya menikmati, kadang saya bernyanyi sambil nyetel mp3, kadang cuma celingak celinguk liatin kiri kanan jalan, kadang ngemil snack, kadang juga hanya ngobrol dengan penumpang disamping. Pokoknya no more mual, pusing, muntah. Yes! Berhasil :D
Saya
yakin bukan hanya saya yang punya pengalaman demikian, bisa jadi Anda lebih
parah. Mabok, mual, bahkan muntah berkali-kali. Belum lagi jalanan yang tidak
selalu mulus. Kadang terjal, kadang berliku, kadang berbatu, kadang becek,
kadang dikelilingi jurang. Ditambah macet perjalanan, panas, hujan, yang
semakin memperparah pasien mabok darat. Lalu, apakah semua itu membuat setiap
orang menyerah? Bahkan kapok dan seumur hidup tidak ingin melakukan perjalanan
lagi? Tidak ingin liburan/ rekreasi lagi? Kalau benar begitu, saya pastikan
semua tempat rekreasi sudah gulung tikar dari dulu.
Itu
berarti yang dilakukan oleh setiap orang adalah ‘menikmatinya’. Mengapa? Karena
setiap orang yang melakukan perjalanan telah terpatri dalam pikirannya
masing-masing tentang tujuan perjalanan mereka. Yaitu, bahagia. Mereka yakin
seyakin-yakinnya bahwa perjalanan itu hanya sementara, hanya sepanjang jalan
yang mereka lalui, dan mereka akan sampai ke tempat tujuan dengan bahagia.
Sehingga apa pun cobaan yang dihadapi selama di perjalanan itu menjadi tidak
terasa dan tidak ada apa-apanya.
Begitu
pula dengan perjalanan hidup. Sama hal nya dengan liburan/ rekreasi, hidup juga
harus dinikmati perjalanannya. Pastikan dalam pikiran kita telah terpatri bahwa
di ujung sana akan ada bahagia. Mabok, mual, muntah, bahkan tertatih-tatih pun
kita dalam hidup, tetap saja nikmati. Jangan pernah kapok bahkan menyerah
dengan apa pun yang sedang kita hadapi saat ini. Anggap saja seperti sedang
melakukan perjalanan ke daerah yang asri, indah nan belum terjamah yang menjadi
target impian kita. Pastinya kita harus melewati jalan pedesaan yang belum
tersentuh aspal, atau sempit-sempitan dengan ternak di jalanan, bahkan tak
jarang harus menempuh pegunungan terjal ditepi jurang.
Pastikan
apa pun yg sedang terjadi dengan Anda sekarang, Anda lah orang yg pertama
bersyukur dengan keadaan itu dan menikmatinya. Sedang mumet-mumetnya dengan
skripsi? Nikmati dan yakin bahwa Anda pasti akan jadi sarjana. Sedang pusing-pusingnya
jadi pengangguran? Nikmati dan yakin Anda akan segera mendapatkan pekerjaan. Atau
Anda sedang harap-harap cemas menanti jodoh? Nikmati, yakin, dan pasrah pada
Yang Maha Mengatur jodoh. What a simple life! Jika setiap manusia hanya menaruh
harap pada-Nya. Intinya jangan dipusingkan, nikmati saja alur hidupmu. Karena setiap
episode hidup kita akan selalu menjadi kejutan indah dari Yang Maha Indah.
Bukankah
life is journey? So, enjoy your journey, and also your life.
FYI, saat menulis ini saya sedang perjalanan dari Bireuen ke Kuala Simpang bersama ibu saya tercinta. Hebat kan saya? Bukan hanya lupa bagaimana rasanya mual, pusing, muntah dsb saat perjalanan, bahkan saya bisa leluasa menikmati hidup saya dengan menulis di dalam bus. What? Bus? Yaps, exactly right! Hebatnya lagi saya begitu enjoy dengan kendaraan umum ini, walaupun ini baru yg ke-2 kalinya saya naik bus. Horeee hahaha :D
![]() |
| me and mom in action, prikitiew :p mwehehe |
FYI, saat menulis ini saya sedang perjalanan dari Bireuen ke Kuala Simpang bersama ibu saya tercinta. Hebat kan saya? Bukan hanya lupa bagaimana rasanya mual, pusing, muntah dsb saat perjalanan, bahkan saya bisa leluasa menikmati hidup saya dengan menulis di dalam bus. What? Bus? Yaps, exactly right! Hebatnya lagi saya begitu enjoy dengan kendaraan umum ini, walaupun ini baru yg ke-2 kalinya saya naik bus. Horeee hahaha :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar