Sabtu, 03 Mei 2014

Nikmati Perjalananmu

Adakah manusia di dunia ini yang tidak suka jalan-jalan? Saya rasa tidak ada. Kalau pun ada, saya tebak paling hanya sekitar 5% dari jumlah seluruh manusia di bumi. Itu pun pasti ada sebab dibalik ketidaksukaan tersebut. Mustahil ada manusia yang sejak lahir murni tidak menyukai perjalanan.

Perjalanan, selalu menjadi kegiatan menyenangkan yang dinanti setiap orang. Anak-anak, selalu menunggu masa libur sekolah agar bisa melakukan perjalanan rekreasi yang menghibur hati. Begitu pula dengan orang dewasa, selalu merindukan saat weekend supaya dapat menikmati perjalanan setelah lelah bekerja. Lalu, apakah setiap perjalanan rekreasi selalu mengasyikkan? Saya dapat menjamin pasti jawabannya tidak. Ya, tidak semua perjalanan rekreasi/ liburan itu mengasyikkan. Disadari atau tidak, setiap kita pasti merasakannya. Coba, siapa yang setiap melakukan perjalanan pasti mabok? Hayoo…ngacung! Saya! Ya, saya salah satunya. Waktu kecil saya tidak bisa jauh dari obat anti mabok. Belum lagi masuk dalam mobil, membayangkan bakal naik mobil saja saya sudah mual. Sampai pernah suatu hari, waktu itu saya dan keluarga akan melakukan perjalanan. Seperti biasa, sebelum masuk ke mobil saya sudah duluan menutup hidung. Lalu, dari arah tempat duduk depan, bapak saya yang sudah siap menyetir lalu nyeletuk dengan asalnya, “sudah, Nurul kalau gak sanggup duduk di mobil sana duduk saja di kandang ayam”. What??? -_____-

Saking sudah sangat bosannya mungkin bapak melihat saya yang selalu seperti itu, selalu mual, pusing, muntah, wajah merengut, tidur-tidur ayam, dll hingga beliau nyeletuk demikian. Haha. Tapi, sungguh mujarab, celetukan yang disambut kekehan mamak serta kakak dan adik saya itu bisa jadi obat. Ajaibnya sekarang saya tidak begitu menggantungkan hidup pada obat anti mabok lagi. Bahkan sekarang saya sudah sangat enjoy jika terkadang harus bepergian dengan travel, sendirian lagi. Yang saya lakukan hanya menikmati, kadang saya bernyanyi sambil nyetel mp3, kadang cuma celingak celinguk liatin kiri kanan jalan, kadang ngemil snack, kadang juga hanya ngobrol dengan penumpang disamping. Pokoknya no more mual, pusing, muntah. Yes! Berhasil :D

Saya yakin bukan hanya saya yang punya pengalaman demikian, bisa jadi Anda lebih parah. Mabok, mual, bahkan muntah berkali-kali. Belum lagi jalanan yang tidak selalu mulus. Kadang terjal, kadang berliku, kadang berbatu, kadang becek, kadang dikelilingi jurang. Ditambah macet perjalanan, panas, hujan, yang semakin memperparah pasien mabok darat. Lalu, apakah semua itu membuat setiap orang menyerah? Bahkan kapok dan seumur hidup tidak ingin melakukan perjalanan lagi? Tidak ingin liburan/ rekreasi lagi? Kalau benar begitu, saya pastikan semua tempat rekreasi sudah gulung tikar dari dulu.
Itu berarti yang dilakukan oleh setiap orang adalah ‘menikmatinya’. Mengapa? Karena setiap orang yang melakukan perjalanan telah terpatri dalam pikirannya masing-masing tentang tujuan perjalanan mereka. Yaitu, bahagia. Mereka yakin seyakin-yakinnya bahwa perjalanan itu hanya sementara, hanya sepanjang jalan yang mereka lalui, dan mereka akan sampai ke tempat tujuan dengan bahagia. Sehingga apa pun cobaan yang dihadapi selama di perjalanan itu menjadi tidak terasa dan tidak ada apa-apanya.

Begitu pula dengan perjalanan hidup. Sama hal nya dengan liburan/ rekreasi, hidup juga harus dinikmati perjalanannya. Pastikan dalam pikiran kita telah terpatri bahwa di ujung sana akan ada bahagia. Mabok, mual, muntah, bahkan tertatih-tatih pun kita dalam hidup, tetap saja nikmati. Jangan pernah kapok bahkan menyerah dengan apa pun yang sedang kita hadapi saat ini. Anggap saja seperti sedang melakukan perjalanan ke daerah yang asri, indah nan belum terjamah yang menjadi target impian kita. Pastinya kita harus melewati jalan pedesaan yang belum tersentuh aspal, atau sempit-sempitan dengan ternak di jalanan, bahkan tak jarang harus menempuh pegunungan terjal ditepi jurang.
Pastikan apa pun yg sedang terjadi dengan Anda sekarang, Anda lah orang yg pertama bersyukur dengan keadaan itu dan menikmatinya. Sedang mumet-mumetnya dengan skripsi? Nikmati dan yakin bahwa Anda pasti akan jadi sarjana. Sedang pusing-pusingnya jadi pengangguran? Nikmati dan yakin Anda akan segera mendapatkan pekerjaan. Atau Anda sedang harap-harap cemas menanti jodoh? Nikmati, yakin, dan pasrah pada Yang Maha Mengatur jodoh. What a simple life! Jika setiap manusia hanya menaruh harap pada-Nya. Intinya jangan dipusingkan, nikmati saja alur hidupmu. Karena setiap episode hidup kita akan selalu menjadi kejutan indah dari Yang Maha Indah.
Bukankah life is journey? So, enjoy your journey, and also your life.
 
me and mom in action, prikitiew :p mwehehe

FYI, saat menulis ini saya sedang perjalanan dari Bireuen ke Kuala Simpang bersama ibu saya tercinta. Hebat kan saya? Bukan hanya lupa bagaimana rasanya mual, pusing, muntah dsb saat perjalanan, bahkan saya bisa leluasa menikmati hidup saya dengan menulis di dalam bus. What? Bus? Yaps, exactly right! Hebatnya lagi saya begitu enjoy dengan kendaraan umum ini, walaupun ini baru yg ke-2 kalinya saya naik bus. Horeee hahaha :D

Tidak ada komentar: