Kamis, 03 April 2014

Jadilah yang Bernafsu

Hayoo yang pikirannya negatif baca judul diatas, tunjuk tangaan!!! hehe. Jangan yaah, jangan dinegatifkan. Karena nafsu yang saya maksud disini adalah nafsu yang positif.
Ide ini muncul pas suatu hari saya dolan ke grup ODOJ saya. Oh ya, sebelumnya, perkenalkan dibawah ini ada Kartu Keluarga ODOJ #2547 yang begitu saya sayangi dan cintai dunia akhirat *bighugbigkiss*


Hasseeekk...keren ga? Keren dong, yaah.. Iyain aja, deh :D
Sebelumnya, saya mau pamer dulu. Ini gambar baru jadi semalem. Niat saya pengen bikin grup #2547 kami itu makin erat ukhuwahnya. Yang gengsi-gengsi main ke grup gimana caranya biar makin rajin. Yang malu-malu meong ngobrol di grup gimana caranya biar ketagihan cuap-cuap. Naah, jadilah saya muncul ide untuk nyoba lewat 'picture'. Menurut saya sih ya, yang namanya wanita emang naluriahnya narsis, suka ajaa gitu dengan photo. Awalnya, niat saya pengen gabungin photo-photo sahabat #2547 dalam satu frame. Tapiiii, ngumpulin fotonya itu susaaaaaaaaaaaaaaaaah banget. Gak lengkap-lengkap dah pokoknya. Akhirnya, pas lagi browsing, eh dapet deh www.photovisi.com yang menyediakan edit tulisan. Jadi deh nama-nama sahabat #2547 dalam satu frame yang kami sebut Kartu Keluarga :D
Begitu rampung semalam langsung saya post ke grup. Eeh, tak disangka tak dinyana, warga #2547 antusias bangeeeeeeet, semua langsung nimbrung ke grup ngeluarin komentar-komentar hebat, bangga, terharu, ga nyangka, dll atas kesolidan grup kami. Sampai semuanya kompakan pasang display picture di BBM. Ahhh...bangganya saya punya sahabat #2547 seperti mereka. Beneran saya sampai terharu melihat recent update gambarnya sama semua, yaitu KK #2547, gambar yang baru saja saya buat loh, yang saya pikir mungkin responnya akan biasa-biasa saja. Ternyata #2547 seperti mengguncang semesta.

Kembali ke laptop!
Ide 'Jadilah yang Bernafsu' ini juga sangat erat kaitannya dengan sahabat-sahabat hebat saya itu. Bagaimana tidak, kadang saya heran melihat mereka yang begitu bernafsu membaca surat cinta-Nya Allah. Di ODOJ, setiap anggota wajib membaca satu juz setiap harinya. Namanya grup akhwat, pasti lah setiap hari juga bakal ada juz lelangan, karena wanita ada haid-nya. Nah, pernah satu hari itu ada 12 juz yang dilelang, alias pemilik juz-nya sedang haid. Lantas grup kami tidak khatam? Oh tidaaaak. Alih-alih disangka tidak khatam, malah sahabat-sahabat #2547 yang dirahmati Allah ini semakin bernafsu mengejar pahala melalui surat cinta Allah. Semua berlomba-lomba membaca juz lelangan, bahkan ada yang booking dari malam untuk dibaca besoknya. Ada yang ngambil 2 juz lelangan, ada yang 3, ada yang 5, bahkan pernah saya menghitung ada seorang anggota yang tidak tahu harus berapa jempol saya acungkan untuk beliau, yaitu mba Khodijah, beliau membaca Al-Qur'an 7 juz sekaligus. Subhanallah *netes* :')

Begitulah, suka duka perjuangan sahabat-sahabat tercintaku #2547 *bighugbigkiss*. Kalau diingat-ingat awal perjalanan kami berjuang di grup ini, rasanya saya bersyukuuuuuur sekali tidak jadi hengkang dari #2547. Betapa sulit rasanya menyatukan 30 kepala dengan isi yang pastinya berbeda-beda. Kami punya kewajiban menuntaskan 1 juz setiap hari, namun disamping itu masing-masing orang juga pasti punya rutinitas setiap harinya. Tak jarang dulu kami molor khatam hingga larut malam, bahkan sampai dini hari. Iya! DINI HARI. Pukul 00.00 wib. Sampai laporan grup kami tidak diterima oleh pengurus ODOJ pusat karena batas waktu sebenarnya adalah pukul 18.00, dan extra-time pukul 20.00. Sempat waktu itu saya berpikir untuk minta dimutasikan ke grup pusat yang katanya lebih ketat dan anggota-anggotanya lebih efektif mengatur waktu. Syukurnya saya langsung sadar. Jika saya hengkang dari tempat yang tidak bisa memuaskan saya, tidak menutup kemungkinan saya juga akan hengkang lagi dari tempat baru yang bisa jadi tidak juga bisa memuaskan saya. Lalu yang saya lakukan waktu itu adalah 'bangkit' dan 'membangkitkan'. Setiap hari saya jadi keranjingan scrolling di grup #2547, cuap-cuap menyemangati, saya bakaarr semangat mereka, bahkan saya bersedia men-japri satu per satu anggota yang belum lapor tilawahnya, padahal bukan tugas saya. Hingga pernah saya dijuluki sebagai suporter bola #2547
(hadeeeh..ga gitu juga keles, ukhtiii -___-).
Alhamdulillah keadaan seperti itu tidak berlangsung lama. Hari demi hari grup kami kian membaik, tidak pernah lagi khatam sampai dini hari. Walaupun khatamnya masih di extra-time, antara pukul 18.00 sampai 20.00, tapi kami tetap bersemangat untuk khatam tepat waktu yaitu pukul 18.00 wib. Tak lepas pula dari peran pentingnya mba Linda, koordinator grup #2547 yang super duper sabar bangets *kecup* hehe, dan pastinya peran luar biasa ukhtifillah #2547 yang terus berjuang menggemparkan jagad raya dengan mengagungkan Kitab Suci Al-Qur'an yang terus berdendang sepanjang hari sepanjang zaman. Subhanallah. Betapa Maha Kuasa Allah yang selalu menolong hamba-hamba yang ingin dekat dengan-Nya.

Dari cerita singkat tentang sahabat #2547 itu, tidakkah kita berpikir, alangkah indahnya jika kita menjadi yang bernafsu di jalan Allah. Nafsu yang bagaimana?
Bernafsu ketika melihat Al-Qur'an, rasanya ingin baca baca dan bacaaaaaaa saja.
Bernafsu ketika melihat masjid, rasanya ingin shalat di masjid teruuuuus.
Bernafsu ketika melihat celengan masjid (bukan nyuri lho ya -__-), rasanya ingin nyeleng sebanyak-banyaknyaaaaaa di celengan masjid.
Bernafsu ketika melihat anak yatim, rasanya ingin dikasih makan teruuuuus.
Bernafsu ketika mengingat Rasulullah, rasanya ingin bershalawat setiap waktu.
Bernafsu ketika datang hari Senin dan Kamis, rasanya ingin istiqamah berpuasa senin kamis.
Bernafsu ketika datang hari Jum'at, rasanya ingin segera menuntaskan bacaan surat Yasin dan Kahfi.
Bernafsu ketika datangnya pagi dan petang, rasanya menggebu-gebu ingin membaca dzikir al-Ma'tsurat.
Bernafsu ketika datang hari-hari yang disunnahkan berpuasa (e.g: as-syura, nisfu sya'ban, arafah, dll), rasanya ga ingin melewatkan nikmatnya berpuasa sunnah yang hanya datang masing-masing setahun sekali.
Bernafsu ingin selalu terjaga di sepertiga malam.
Bernafsu ingin selalu memulai aktivitas dengan dhuha.
Dan nafsu-nafsu positif lainnya yang tidak muat kalau disebutkan semua disini. Rasanya sehari 24 jam itu tidak cukup untuk kita berburu amalan sunnah :')

Yuk, arahkan nafsu kita ke hal-hal yang disenangi Allah, yang membuat Allah Ridha dan kita berlimpah pahala ^_^