Rabu, 30 Oktober 2013

Bahagiaku

8.18 wib, ruang kelas IB SMTI Banda Aceh.

Perasaan bahagia. Ya, terlalu lama aku tak merasakan kebahagiaan sebahagia ini. Guess what pinkers? Saat ini aku sedang berada di dalam ruangan salah satu kelas di salah satu sekolah di Banda Aceh. Sudah lama aku tak merasakan feeling so alive, I feel like I can touch the sky (lebayberatdotcom). Tapi, bukan bukan. Bukan karena aku sedang di dalam kelas alasan aku bahagia hari ini, tapi karena…

Begini ceritanya.
Iin. Salah satu anggota genkkunti menawarkan oja mengajar di SMTI (sekolah tempat dulu iin PPL) sebagai guru pengganti selama seminggu. Pasalnya, guru tersebut penataran ke Jakarta. Ceritanya itu guru jam tayangnya lumayan padat, kayak lalu lintas pagi hari. Alhasil oja memutuskan untuk mengajar kelas satu, dan aku dibebankan kelas dua. Hogeh. Jadilah aku kecipratan job.


Hari ini, kamis, aku telah menuntaskan amanat mengajar itu dengan sempurna. Jujur, hari senin sampai hari rabu kemarin aku merasa menjadi gadis muda nan cantik tersibuk di dunia (ahaak). Gimana kagak coba pinkers? I’ve to wake up earlier than usual. That’s the point! Masuk pagi setiap hari, berpacu di jalanan biar gak kena macet pagi yang super nyebelin, dan itu aku lakukan selama tiga hari berturut-turut. Belum lagi saat kena jam ngajar sampe siang, gak sempat pulang kerumah lalu harus sholat dhuhur di SPBU yang kebetulan letaknya pas di depan sekolah, kemudian makan siang di warung terdekat, dan masuk kelas lagi. Very very busy, right? I think so. Memang sih, aku gak sendirian. Oja selalu menemani. Saat aku mengajar di depan kelas, oja dengan setia duduk manis di pojok belakang ruangan sambil melakukan ntah apa yang dilakukan. And today… kejadiannya kebalik. Saat ini oja sedang cuap-cuap di depan kelas dengan semangatnya, dan aku? Yap! Duduk manis nan anggun di pojok ruangan kelas ditemani laptop kesayangan. Kebahagiaan tiada tara. Kenikmatan tak terkira. Saat aku berkesempatan bermanja-manja dengan barang elektronik yang sudah bertahun-tahun menemani hari-hariku. Karena hari ini, aku memiliki banyak waktu untuk menulis. Ya, itulah bahagiaku. Begitu sederhana.