Burung tidak akan memperoleh makanan jika ia tidak terbang dari sangkarnya. Singa tidak akan memperoleh kebutuhannya jika tetap berdiam di dalam kandangnya. Makanan untuk para semut tidak akan didapatkan jika mereka tidak beranjak dari lubangnya. Sesungguhnya semua mereka mencari dan mengusahakan makanannya. Oleh sebab itu, carilah ilmu dan bekerjalah sebagaimana para hewan itu berbuat maka kamu juga akan mendapatkan apa yang kamu cari sebagaimana mereka.
Namun, pernahkah kamu merasa putus
asa disaat sesuatu yang kamu dapat tak seperti yang kamu harapkan??
Orang buta sangat berharap bisa
melihat alam. Orang tuli berkeinginan besar untuk bisa mendengar suara-suara.
Orang yang lumpuh sangat bercita-cita untuk bisa melangkah, dan orang bisu pun
sangat besar harapannya untuk bisa berkata-kata.
Lalu, ingatkah kita akan takdir?
Untuk
memahami takdir manusia harus hidup dengan ikhtiar, sebab dalam kehidupan sehari-hari
nyatanya takdir Ilahi berkaitan erat dengan usaha manusia. Usaha manusia
haruslah maksimal (sebanyak-banyaknya) dan optimal (sebaik-baiknya) diiringi
dengan doa dan tawakkal. Tawakkal yang dimaksud adalah tawakkal dalam makna
menyerahkan nasib dan kesudahan usaha kita pada Allah, sementara kita terus
berikhtiar serta yakin bahwa penentuan terakhir segala-galanya berada dalam
kekuasaanNya. Inilah makna takdir yang sebenarnya.
Sungguh!
Semua telah diatur olehNya. Ketika kita minta pada Allah bunga segar, Allah
berikan kaktus berduri. Ketika kita minta binatang mungil, Allah berikan ulat
bulu. Kita sedih, protes, dan
kecewa. Betapa tidak adilnya ini. Lalu, kaktus itu berbunga indah dan ulat pun
jadi kupu-kupu yang sangat cantik. Ternyata Allah punya rencana sendiri, itulah
jalan Allah indah pada waktunya. Allah tidak memberikan sesuatu seperti yang
kita harapkan, tapi sebenarnya Dia sedang merajut yang terbaik bagi hambaNya.
Kemenangan seseorang bukan diukur
dari keberhasilannya menaklukkan lawan, tapi ketika ia jatuh dan mampu bangkit
kembali, saat itulah orang tersebut dikatakan menang. Ketika satu pintu
kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku
terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang
dibukakan bagi kita, dan orang-orang yang mampu melihat bahkan mencari
pintu-pintu itu, merekalah yang disebut pemenang.
